Home > Artikel, News > 12 PSK Indramayu Diselamatkan

12 PSK Indramayu Diselamatkan

BANDUNG – Pemberantasan Traficking oleh tugas Gugus Jawa Barat berhasil membebaskan 12 wanita asal Jawa Barat. Enam tersangka traficking sudah disidik jajaran kepolisian.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrim Polda Jabar, berkoordinasi dengan Polda Babel (Bangka Belitung), Selasa (26/1/2010) pukul 15.00 Wib, menggerebeg sebuah tempat prostitusi di lokalisasi Parit, Wisma Muara Senang, Kota Pangkalpinang Prov. Babel. Dalam penggerebekan itu, Unit PPA Polda Jabar yang dipimpin Komisaris Fatma Noer, menemukan 11 perempuan muda asal Bandung yang dijadikan PSK .

Kanit PPA Komisaris Fatma Noer, pengungkapan kasus itu berawal dari informasi warga yang kehilangan kontak dengan familinya. Warga itu hanya tahu kalau korban akan bekerja di Palembang sebagai pelayan. Namun mendapat kabar bahwa korban dipekerjakan sebagai PSK di Bangka.

Polisi lalu melakukan penelusuran dan mengamankan dua orang penyalur dan perekrut berinisial At dan Be yang ditangkap di Bandung. Dari keduanya, polisi mendapatkan informasi bahwa mereka telah mengirim beberapa wanita asal Bandung, Indramayu ke Sumatera untuk dipekerjakan di Bangka-Belitung.

Polisi yang mendapat data tersebut, Selasa (26/1/2010) pagi langsung berangkat ke Pulau Bangka. Berkoordinasi dengan kepolisian setempat, tim menggerebek lokalisasi Parit. Di Wisma Muara Senang itulah, polisi menemukan 11 perempuan asal Bandung yang dipekerjakan sebagai budak nafsu.

“Dari 11 perempuan itu, seorang di antaranya belum berumur 17 tahun. Sisanya di atas 17 tahun. Di sana kami juga mendapati bahwa seorang perempuan Bandung itu melahirkan anak di sana akibat bekerja sebagai PSK. Bayinya masih berumur tiga bulan,” kata Fatma.

Fatma menuturkan, perempuan-perempuan muda asal wilayah Bandung Timur itu, sudah bekerja di sana sejak empat bulan lalu. “Seperti biasa, mereka dijanjikan penyalurnya untuk bekerja sebagai pelayan. Tapi pas tiba di sini, mereka malah dipaksa untuk menjadi PSK. Mereka sebagian besar dari daerah Jatinangor, Sumedang, Cicalengka, Cileunyi dan Cipadung,” ucapnya.

Selain mengeluarkan 11 perempuan asal Bandung itu, polisi juga mengamankan seorang perempuan yang diduga sebagai mucikari dan pengelola tempat prostitusi itu. “Inisialnya Roh berumur 41 tahun. Dia dan sebelas perempuan asal Bandung serta seorang bayi, hari ini juga kami bawa ke Mapolda Jabar. Dari bandara Depati Amir Pangkalpinang kami akan singgah dulu di Bandara Soekarno-Hatta dan langsung ke Mapolda Jabar. Kemungkinan tiba di Kota Bandung sekitar jam 10 malam,” ucapnya.

Di Mapolda Jabar, rencananya mucikari dan perempuan-perempuan yang dijadikan PSK itu, akan menjalani pemeriksaan lanjutan dan dikonfrontasi dengan dua perekrutnya. “Jika terbukti, maka Roh, At dan Bejo akan dijerat UU RI No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Untuk perdagangan orang, ancaman hukumannya 15-20 penjara. Sementara untuk perlindungan anaknya, ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” ucap Fatma, seperti dikutip pikiranrakyat.(**/Gg)

Categories: Artikel, News Tags: ,
  1. December 28, 2014 at 2:54 pm

    Hello, after reading this awesome article i am too delighted to share my knowledge here with mates.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: