Home > Artikel, Nunuk's News > SD NUNUK III

SD NUNUK III

Kapanlagi.com – Tembok pagar SD Negeri Nunuk III yang berlokasi di Blok D RT 09/04 Desa Nunuk, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, ambruk, menyebabkan dua siswa luka-luka, satu di antaranya akhirnya tewas setelah sampai di Puskesmas Tugu, Jumat (23/5) pagi sekitar pukul 07.15 WIB.

Siswa tewas bernama Hermawan (7), siswa kelas 1, sementara Adam Luis Pandi (10) siswa kelas 4 mengalami luka parah dan masih menjalani perawatan di Puskesmas Tugu.
Kepala Sekolah SD Negeri Nunuk III, Hermanudin, mengemukakan, kejadian itu terjadi ketika para siswanya bermain di halaman sekolah sebelum bel tanda masuk sekolah berbunyi.

Ia menjelaskan, saat bermain itu para siswa dikejutkan munculnya seekor ular di parit depan sekolah, sehingga membuat siswa-siswa lainnya penasaran dan mencoba mengejar ke arah parit yang letaknya di seberang tembok pagar sekolah.
“Ada sekitar 17 orang siswa lainnya bergegas menuju pagar halaman sekolah, yang memang berfungsi sebagai pembatas antara halaman sekolah, parit, dan jalan raya,” katanya.

Musibah terjadi ketika para siswa semua bertumpu pada tembok yang sudah miring sehingga akhirnya tembok pagar rubuh dan ambruk ke dalam parit, diikuti dengan terpelantingnya sekitar 10 siswa ke dalam parit.
“Saat jatuh itulah, kepala Hermawan diduga terkena bongkahan batu, sehingga darah mengucur dari kepalanya,” katanya.

Menurut Hermanudin, para guru kemudian berdatangan setelah mendengar teriakan minta tolong dan korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tugu guna mendapatkan pertolongan dan perawatan. Akan tetapi, korban kehilangan banyak darah.
“Sekitar 15 menit setelah sampai di Puskesmas Hermawan meninggal. Kami menyesalkan peristiwa ini,” katanya.

Berita meninggalkan Hermawan kemudian diteruskan kepada kedua orang tua korban, Warnadi (35) dan Nur (30) yang begitu kagetnya sehingga akhirnya pingsan.
Begitu siuman, dan melihat jenazah anak pertamanya sudah terbujur kaku di rumah duka, kembali pasangan suami istri itu pingsan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Lelea, Sutarno SPd menilai, peristiwa itu murni kecelakaan akibat kondisi pagar sekolah yang sudah rapuh kemudian menerima beban dari belasan siswa.
Menurut Sutarno, bangunan SDN Nunuk III itu sebenarnya baru saja selesai direnovasi, namun anggaran renovasi bangunan sekolah itu tidak mencakup renovasi bangunan pagar halaman yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat.
“Karena bangunan swadaya masyarakat, maka konstruksi bangunan pagar itu terkesan asal dan tidak berpondasi,” katanya.

Untuk mengantisipasi terulangnya peristiwa itu, Sutarno menginstruksikan pihak sekolah supaya membongkar seluruh pagar yang panjangnya 50 meter itu.
Ia mengatakan, sebagai bentuk belasungkawa, pihaknya sudah memberikan bantuan biaya pemakaman bagi keluarga korban, dan memberikan biaya perawatan bagi korban yang terluka.

Ia mengungkapkan, saat ini di Kecamatan Lelea, terdapat sekitar 10 bangunan SD yang kondisinya rusak, namun baru lima unit di antaranya yang segera direnovasi pada tahun ini

Categories: Artikel, Nunuk's News Tags: ,
  1. wong nunuk
    December 24, 2009 at 5:06 am

    eh nunuk III apa nunuk IV ?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: