Home > Artikel, Makanan, Nunuk Hot's, Nunuk's News > “Pedesan Entog” Penggugah Selera

“Pedesan Entog” Penggugah Selera

Cabai, lada, bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, serai, salam, hingga kayu manis, semuanya digiling jadi satu dijadikan bumbu. Lalu dimasak, dan bila sudah dirasa matang, dimasukkanlah daging entok yang sudah dipotong-potong.

Tambah garam, bumbu penyedap, atau gula dengan kadar secukupnya, masakan pun siap dihidangkan. Inilah masakan khas yang kini tengah menjadi “primadona” kuliner di daerah pantai utara (pantura) Jawa Barat.

Namanya “Pedesan Entog”. Dari asal katanya saja sudah bisa terbayang. “Pedesan” berarti masakan ini memang menjadikan pedas sebagai rasanya. “Entog”, tentu saja yang dimaksud daging dari hewan piaraan sejenis unggas atau javanese duck.

Pedesan hampir sama dengan “Rica Rica” di Magelang, Jawa Tengah, olahan daging unggas yang rasanya pedas. Pedesan lebih banyak menggunakan daging entok. Untuk daging ayam relatif jarang, sedangkan daging bebek jarang digunakan karena cepat hancur (lembek). Daging entok memiliki kelebihan, tidak amis dan tidak hancur, juga terasa lebih empuk dan menyerap bumbu-bumbu pedas.

Pedesan Entog lagi menjadi tren di masyarakat pesisir pantura Jawa Barat, khususnya Indramayu dan Cirebon. Di jalur pantura Indramayu misalnya, mulai banyak terpampang papan rumah makan menyediakan pedesan sebagai menu utama.

Di warung-warung makan yang berada di tengah pemukiman juga tak mau kalah. Pedesan Entog dijadikan masakan andalan, sebagai menu spesial yang selalu menarik banyak pembeli dan membuat warung lebih laris.

“Warung saya menjadi laku setelah menyediakan Pedesan Entog. Sampai sekarang, warung saya dikenal orang karena Pedesan Entognya,” tutur Yayu Desi, begitu panggilan wanita berusia 39 tahun yang membuka warung Pedesan Entog di daerah Sport Centre Kota Indramayu.

Kini jumlah warung yang menyediakan Pedesan Entog terus bertambah. Seiring banyaknya peminat masakan tempat reuninya seluruh bumbu pedas itu.

Tak hanya Indramayu, di Cirebon mulai banyak warung menyediakan Pedesan Entog. Mereka sengaja menulis dengan huruf besar kalau menyediakan masakan tersebut.

Para pemilik warung mengaku dagangannya tambah laris setelah menyediakan masakan tersebut. Rata-rata tamu datang oleh daya tarik Pedesan Entog.

“Sekali masak bisa lima entok. Cepat habis dibandingkan dengan masakan lainnya,” tutur Artisem (45), pemilik warung di pertigaan Larangan, Lohbener, Indramayu.

Minat masyarakat di daerah pesisir yang berhawa panas itu dengan masakan pedas sangat tinggi. Bahkan menurut Dede Supriyatno (37), warga Kota Indramayu, mengaku badan terasa segar setelah makan Pedesan Entog.

“Saya berkeringat setelah makan pedesan. Tak hanya perut kenyang, lidah juga merasa nikmat,” tuturnya .

**

Pedesan Entog menjadi tren di masyarakat Indramayu dan Cirebon sejak lima tahun terakhir. Sebelumnya, masakan ini masih asing, hanya orang-orang tertentu yang mengenalnya.

Masakan ini awal mulanya muncul di Indramayu pada tahun 2000-an. Warung yang pertama menyediakan, sekaligus penemu masakan itu terdapat Desa Nunuk, Kecamatan Lelea.

Di Nunuk, Pedesan Entog dijual di warung kecil di tengah pemukiman kumuh warga miskin. Bahkan blok D dekat pintu saluran irigasi tersier di sisi Jln. Raya Lelea-Tugu-Cikedung di desa itu, dulu dikenal sebagai tempat mangkal wanita pekerja seks komersial.

Di pemukiman itu, terdapat warung milik Wares (65). Di warung kecil itulah pertama kali masakan Pedesan Entog dimasak. Hingga sekarang, seseorang dianggap belum sah menjadi penggemar Pedesan Entog bila belum mencicipi masakan di warung tersebut. Sudah dua tahun belakangan, karena usianya makin tua, Wares menyerahkan pengelolaan warung makan kecilnya ke anaknya, Tamiyah (34).

Ke warung yang berada di tengah pemukikan kumuh di Nunuk itu, para penggemar Pedesan Entog berdatangan. Tak hanya dari Indramayu, pelanggan juga datang dari Cirebon, Bandung, Jakarta bahkan Garut dan Semarang.

“Kemarin ada rombongan dari Semarang datang hanya untuk makan pedesan di sini. Entah dari mana mereka tahu warung saya. Tetapi katanya dari orang Indramayu yang menunjukan keberadaan warung saya. Tiap hari ada saja orang luar datang untuk mencicipi pedesan disini,” kata Tamiyah.

**

Pedesan Entog Wares yang kini dikelola Tamiyah memang berbeda dibanding. Terasa lebih pedas dan gurih. Daging entognya lebih empuk. Keistimewaan lain ialah pada nasinya yang dikipas setelah masak.

Oleh karena itu, rata-rata tamu tak cukup makan satu porsi. Mereka biasanya nambah, baik untuk nasi maupun pedesan yang satu porsi harganya Rp 10.000,00.

“Hal lain, orang dari jauh pada rela datang ke warung saya karena di sinilah pertama kali Pedesan Entog dibuat. Sekarang sudah tidak terhitung warung yang jualan pedesan. Malah ada dari Bandung yang minta resep, mungkin mau buka Pedesan Entog di Bandung,” tutur Tamiyah.

Seiring makin banyaknya warung yang menyediakan makanan pedas itu, makin beragam pula versi Pedesan Entog. Ada yang dibuat seperti gulai berkuah, dibuat seperti bebek asap dengan rasa pedas didominasi cabai, ada pula seperti semur, tetapi warna bumbunya kuning karena diberi kunir. Ciri penting daging entok ialah kandungan minyaknya cukup banyak. Meski saat dimasak tidak menggunakan minyak, bila sudah matang, minyak terlihat banyak karena keluar dari daging entok.

“Aslinya seperti yang dimasak ibu saya (Wares-red.). Seperti bistik, rasa pedasnya campuran cabe, lada, lengkuas, jahe, serai, dan kayu manis (tidak ada yang dominan-red.). Ini karena sebelum digiling, bumbu lebih dulu dibakar. Masaknya juga lama, bisa sampai setengah jam supaya dagingnya empuk, menyerap bumbu dan minyaknya keluar semua,” kata Tamiyah. (Agung Nugroho/”PR”)***

sumber: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=110246

  1. wong nunuk
    December 24, 2009 at 5:08 am

    wah hebat ya wong nunuk bisa menciptakan resep, bisa dijadikan hak paten tuh coba dong didaftarin biar jadi hak paten siapa tau desa nunuk bisa jadi terkenal……

    • ujangg
      December 24, 2009 at 5:12 am

      wah makasih nih atas komennya…. boleh juga tuh

  2. sonjaya
    August 20, 2015 at 7:43 pm

    maff sblumnya sya mau nawarin entok siap konsumsi siap kirim kmna aja info atau pesan call 085771416446

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: